Kamis, 04 November 2010

Dimanakah Allah Bersemayam

Sungguh tidak benar bila dikatakan kalau Baginda Harun Al Rasyid itu bukan seorang ahli pikir.
Hal ini terbukti dari cara beliau berkata, mengajukan pertanyaan dan tahu kapan harus bicara atau diam.
Bahkan baginda itu cermat dalam bertindak.

Meskipun Baginda Harun al Rasyid terkenal cerdik, namun beliau tidak segan-segan bertanya apabila memang tidak mengerti.
Suatu contoh saja misalnya ketika Baginda Harun menunaikan ibadah haji.Beliau bertanya dalam hati kenapa orang berputar-putar mengelilingi Ka'bah Baitullah.
Padahal orang yang menunaikan ibadah haji adalah tamu Allah.


Kenapa kalau sebagai tamu Allah tidak dipersilahkan masuk ke dalam Baitullah satu persatu.Pertanyaan ini belum terpecahkan hingga Baginda kembali ke Baghdad Irak.
Untuk kesekian kalinya, Abu Nawas dipanggil ke istana untuk menghadap Baginda Raja.
Kemudian Baginda bertanya,"Wahai Abu Nawas, apakah arti Ka'bah Baitullah?"
"Ka'bah Rumah Allah, Paduka yang mulia." jawab Abu Nawas.

"Sebagai apakah orang yang menunaikan ibadah haji itu?" tanya Baginda selanjutnya.
"Sebagai tamu Allah, Tuanku yang mulia," jawab Abu Nawas.

"Kalau mereka sebagai tamu Allah mengapa tidak dipersilahkan masuk saja ke dalam Baitullah?" tanya Baginda lagi.
"Baitullah hanyalah sebagai lambang," kata Abu Nawas.
"Kalau begitu dimanakah Allah bersemayam?" tanya Baginda ingin tahu.
"Di dalam hati orang mukmin," jawab Abu Nawas.

"Karena tidak ada suatu ruang yang bagaimanapun luasnya mampu menampung Dzat Allah kecuali hati orang mukmin.Qalbul Mukmin Baitullah (hati orang mukmin adalah rumah Allah)," jawab Abu Nawas menjelaskan.

"Mengapa Baitullah dijadikan kiblat?" tanya Baginda.
"Untuk memudahkan pemahaman orang awam, Paduka yang mulia." kata Abu Nawas.

"Baitullah itu terlihat mata.Dari itu shalat syariat kiblatnya adalah Baitullah, yang waktunya ditentukan dan dengan bacaan tertentu pula.
Sedangkan shalat tharikat kiblatnya hati, waktunya bisa setiap saat dan bacaannya dzikir kepada Allah," Abu Nawas menjelaskan.

Baginda Raja Harun pun puas dengan jawaban Abu Nawas ini.

46 komentar:

  1. bernas sekali jawapannya ya =)

    BalasHapus
  2. Apa ini intisari dari pemahaman syareat, tharekat, hakekat, ma'rifat kang Abu...???

    Met mlm n met istirahat...

    BalasHapus
  3. Salam
    Saya suka dengan kalimat ini kawan,
    "Baitullah itu terlihat mata. Dari itu shalat syariat kiblatnya adalah Baitullah, yang waktunya ditentukan dan dengan bacaan tertentu pula. Sedangkan shalat tharikat kiblatnya hati, waktunya bisa setiap saat dan bacaannya dzikir kepada Allah,"

    Salam kawan

    BalasHapus
  4. Memang si Abunawas ini tokoh yang cerdik lagi pandai

    BalasHapus
  5. jawaban abunawas selalu membuat baginda Harun al Rasyid puas, tidak hanya itu umat islam yang membaca kisahnya akan merasakan hal yang sama.

    BalasHapus
  6. slalu ada pelajaran di balik kisah abu nawas ini ya...


    skses slalu..sob

    BalasHapus
  7. kita harus bisa ambil positifnya dari mas abu nawas....
    (hhe hhe,mank nya wong jowo opo di panggil mas segala)
    hppy blogging sob...

    BalasHapus
  8. Artinya shalat kita harus menuju shalatnya hati, sahabat? Terus berbagi kebaikan sahabat !

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah,,,sdh bs mengangkap inti pembicaraanya,setelah membaca dan jg melihat2 commnent teman2 yg lain.

    thank's

    BalasHapus
  10. bagus.....ceritanya ni orang cerdik seperti Baginda Harun Al Rasyid...mencari tahu sesuatu untuk memenuhi rasa ingin tahu.

    BalasHapus
  11. Cerita yang sangat bagus ...
    maju terus kisah abu nawas .. :D

    BalasHapus
  12. Subhanallah. Memang Abu Nawas pandai menjawab setiap pertanyaan yg diajukan oleh baginda Raja Harun Al Rasyid, Semoga kita ( Muslimin dan Muslimah) senantiasa dapat menauladani sikap dari Abu Nawas Amiin Ya Rabbal 'Alamiin

    Salam Jabat Erat,

    BalasHapus
  13. setuju sama komentarnya Robbie Ismail . ,

    saya bagi-bagi ceritanya di mading sekolah saya yah . ,

    BalasHapus
  14. kalo aQ mungkin jawabnya ada dalam diri kita masing2,,dengan begitu kita akan selalu berusaha utk menjauhi hal2 yg tidak baik.

    BalasHapus
  15. Cocok dah Harun Al Rasyid jadi baginda Raja. :)

    BalasHapus
  16. memang tidak gampang untk mngerjakan sholat dgn spenuh hati dan khusu,, tp kita harus berusaha!!

    BalasHapus
  17. dmn2 stiap blogwalking slalu ada abu nawas, trnyt rmhnya disini to? slm sahabat wan abu hehehe...

    BalasHapus
  18. smoga Allah swt snantiasa nyaman "tinggal" dihati setiap hamba Nya, maka jadilah hamba-hamba yg memiliki hati yang suci...InsyaAllah kedamaian slalu tercipta

    BalasHapus
  19. banyak sungguh cerita dari kamu.
    :))

    BalasHapus
  20. aku suka dengan kalimat' tuhan ada di hati',.:)

    BalasHapus
  21. tullllll..... kang abu emang jagoooo :)

    BalasHapus
  22. tiap pertanyaan rumit pasti Abu Nawas bisa menyelesaikan. Sungguh Luar Biasa...

    BalasHapus
  23. Allah ada disekeliling kita semua sebab yang menciptakan semua adalah Allah Swt....

    BalasHapus
  24. Glad to be visited in this blog.
    Interesting blog :)

    http://hocilin.blogspot.com

    BalasHapus
  25. makin seru ceritanya ya...

    apalagi yang ini berkaitan banget dengan sekarang musim haji.

    sip kang...

    BalasHapus
  26. "Allah ada di hati orang mukmin"
    mantap, ^^

    BalasHapus
  27. saya juga puas dengan jawaban abu nawas. nice post

    BalasHapus
  28. Allah bersemayam di Arrasy (Langit)

    BalasHapus
  29. link sdh terpasang,,,,thank U banyak,,,,

    BalasHapus
  30. alhamdulillah,
    bisa berkunjung untuk kesekian kalinya ke blog ini.
    posting kali ini bagus sekali, banyak ilmu yang bisa saya ambil.
    semoga begitu pula yang bisa Anda dapatkan di blog saya.
    terima kasih sebelumnya.
    salam hangat
    kangmusa
    http://www.kangmusa.com

    BalasHapus
  31. saya suka karakter Baginda Harun Al Rasyid,jika saja pemimpin2 di indonesia seperti beliau

    tahu kapan harus mengajukan pertanyaan dan tahu kapan harus bicara atau diam juga cermat dalam bertindak dan tidak segan-segan bertanya apabila memang tidak mengerti.

    BalasHapus
  32. kisah abu nawas emang ga pernah ada matinya...

    BalasHapus
  33. sepakat, kisah abu nawas dibaca berulang-ulang saja saya tetap bisa ketawa

    BalasHapus
  34. dari kecil sampe sekarang masih senang baca kisah Abu Nawas :)

    BalasHapus
  35. bagus sekali cerita nya,,,, saya suka sekali,,

    BalasHapus
  36. absen rutin sambil baca2 lagi kawan..:)

    BalasHapus
  37. kunjungan pagi,,,,WITA,,aQ lanjut dulu wan Abu ke blog yg lain,,,

    BalasHapus
  38. Abu Nawas emang ga pernah kehabisan akal

    BalasHapus
  39. Subhanallah jawabannya keren benget.


    Salam.

    BalasHapus
  40. Abu Nawas bijaksana banget ya ... Hebat ! :D

    BalasHapus
  41. seperti patung yesus bagi orang kristen dan patung dewa bagi orang beragama konghucu

    BalasHapus

No Spam, Please!!!
Tak Ada Moderasi, No Verification Word