Menasehati Hartawan Zalim






Kisah Abu Nawas kali akan memberitakan cerita tentang bagaimana si Abu Nawas memberi nasehat kepada tetangganya yang merupakan salah seorang hartawan yang zalim.

Salah seorang pemuda di dekat rumah Abu Nawas mendadak menjadi kaya raya karena harta wariasan yang diterimanya.
Namun sayang, karena tak mampu mengelola harta ia akhirnya menjadi hartawan yang zalim dan jatuh miskin.

Kisahnya...
Salah seorang pemuda menjadi kaya karena warisan dari orang tuanya.
Kehidupannya drastis menjadi orang kaya dan hampir semua orang ingin berkawan dengannya.
Berita akan kekayaan si pemuda ini cepat ersebar hingga ke pelosok desa, dan masyarakat kagum akan megahnya rumah yang dia bangun, ya karena memang tampak berbeda dengan rumah lainnya.

Selalu Pesta.
Enatahlah apa yang ada di hati si pemuda ini, hampir setiap hari dia mengadakan pesta di rumahnya.
Karena dibujuk oleh beberapa teman agar menyajikan pesta yang lebih meriah dari hari ke hari, lama kelamaan kekayaannya pun mulai menipis karena untuk pesta meriah yang diadakannya sendiri.

Benar saja, hanya dalam waktu yang singkat, uang yang dimiliki pemuda tersebut telah habis, bahkan dirinya tak mampu lagi memberi gaji kepada pembantunya sendiri.
Efeknya lagi, kawan-kawannya mulai menjauhinya dengan perlahan-lahan pula.

Nasehat Abu Nawas.
Pemuda tersebut benar-benar menjadi miskin dan hidup sebatang kara tanpa seorang pun yang mendampinginya.
Pemuda itu berniat mendatangi Abu Nawas agar kembali mendapatkan berkah.
Pemuda itu mengutarakan maksudnya,
"Uang saya sudah habis dan kawan-kawan saya telah meninggalkanku, apa yang seharusnya aku lakukan," keluh pemuda itu.
"Jangan khawatir, segalanya akan normal kembali, tunggu saja beberapa hari ini, kau akan kembali tenang dan bahagia," tutur Abu Nawas.
"Jadi saya akan segera kembali kaya," kata pemuda itu girang.

"Bukan begitu maksudku, kau salah tafsir, maksudku dalam waktu yang tidak terlalau lama kau akan terbiasa menjadi orang yang miskin dan tidak mempunyai teman," jelas Abu Nawaskepada pemuda tersebut.

Kemudian Abu Nawas menjelaskan bahwa apa yang diterima dan dialami oleh pemuda tersebut adalah akibat dari apa yang dialkukannya sendiri.
Selain itu, dirinya pun tak pernah sekali pun untuk berusaha mengelola harta yang dimilikinya.
Sekelumit cerita, kisah untuk salah seorang teman karibku sejak kecil yang ada di sana.
Istighfar sob...istighfar....harta bukan segalanya..

Subscribe to receive free email updates:

27 Responses to "Menasehati Hartawan Zalim"

  1. waduuuh nyindir sapa siih? Hehehe

    Yup, sejatinya org2 yg tidak merasakan panas perihnya mengumpulkan harta dia akan cepat sekali menghamburkan buat sesuatu yg tdk di anjurkan..

    ReplyDelete
  2. Cerita yg bagus buat contoh agar tak selalu boros,....
    memang terkadang ada teman yg datang jika senang dan susah merekapun menghilang dr hadapan, hehehe
    mantap....

    ReplyDelete
  3. kisah yang begitu bagus..
    salam sobat :)

    ReplyDelete
  4. semoga kita bisa jadi hartawan tapi yang bijak..amin

    ReplyDelete
  5. Orang jaman dulu keborosannya menonjol ya ?

    ReplyDelete
  6. Mohon sarannya untuk weblog baruku,
    sebagai anak putra daerah Dabo Singkep
    Kepulauan Riau hanya itu yang bisa
    aku persembahkan buat kampungku yang tercinta...

    ReplyDelete
  7. kalao saya pingin 1 hari saja jadi orang biasa ga terkabul. *jadi orang biasa terus stiap hari. hehe...

    ReplyDelete
  8. salam sobat
    dah ada yang baru ya
    selalu bagus ceritanya
    lain dari pada yang lain

    ReplyDelete
  9. harta bukan segalanya
    semoga temennya tersadarkan

    ReplyDelete
  10. harta bukan segalanya, tapi bisa mendapatkan segalanya. ghahahaha, piss ah.

    ReplyDelete
  11. selamat siang pak,aku orng br di dunia maya neh,.!Ceritanya sangat mantap artinya sangat memberikan pandangan kpd para orng kaya yang menurut posting ini hartawan agar jgn sombong dan boros dalam menggunakan harta yang telah di berikan Tuhan kpd mu.!Sekian saja.

    ReplyDelete
  12. Cerita di atas sampai skrg masih di langgar oleh orng2 kaya,.!
    Bahkan banyak orng kaya menyalahkan uang kekayaannya ke hal2 yang tidak di kehendaki Tuhan.

    ReplyDelete
  13. wah sayang ya, udah kaya tapi sombong. huh..

    semoga kita semua terhindar dari sikap kesombongan.., amin..

    thanks :)

    ReplyDelete
  14. malam sobat... kisah yang menarik untuk dijadikan contoh yg baik...heee

    ReplyDelete
  15. Ass. Wr.wb.

    Harta hanya amanah, titipan saja. Harta bukan segalanya. Harta sesunggguhnya adalah amal sholeh kita dan sepatutnya harta dibelanjakan di jalanNYA.

    Semoga kita tak gampang silau oleh harta.
    Semoga karibnya jg segera tersadar dari kekeliruannya memandang arti sebuah amanah,

    sugeng enjang kang...

    ReplyDelete
  16. mantab mantab mantab brow! cara terbaik

    ReplyDelete
  17. berarti harus terbiasa miskin :D

    ReplyDelete
  18. Abu Nawas emang banyak akalnya. mantabz gan

    ReplyDelete
  19. Begitulah bagi orang yang hanya memikirkan nikmat dunia. Terlalu menyibukkan diri untuk berfoya-foya sampai tak sadar bahwa hartanya lama-kelamaan akan habis.

    Astaghfirullah...jangan sampe deh punya pengalaman seperti itu.

    ReplyDelete
  20. post lagi cerita menarik ya..
    :))

    ReplyDelete
  21. aku akan beristighfar sob, trimakasih sudah mengingatkan aku, tapi aku tidak sekaya itu, dan tidak pernah membuat pesta yg meriah apa lagi tiap hari , heheh

    sob link nya udah terpasang di blog aku ..

    trims .. :)

    ReplyDelete
  22. berkunjung gan,

    abu nawas cerdik sekali, memberikan wejangan tanpa menyakiti hati,

    salam :)

    ReplyDelete
  23. koment ku ilang atau kemana nih, qu ulang aja y.

    trimakasih nasehatnya abu nawas, qu akan lebih banyak beristighfar ..

    link nya dah terpasang ya sob..

    salam :)

    ReplyDelete