Kisah Semut dan Belalang

Alkisah pada zaman dahulu kala ada seekor semut yang bersahabat baik dengan seekor belalang.

Mereka suka sekali berpesta. Setiap malam mereka akan menghabiskan waktu untuk berpesta, makan-makan dan menikmati minuman. Berpesta dan berpesta itulah rutin mereka.




Sehingga suatu hari, sang semut mula menyedari, walaupun sekarang ini musim panas musim tengkujuh pasti akan datang juga.

Dia terfikir kalau dia terus berpesta dan menghabiskan makanan dan minuman, maka apa yang akan di makan bila musim tengkujuh tiba.

"Aku tidak boleh berterusan begini, aku harus berkerja untuk mendapatkan makanan untuk bekalan ku di musim tengkujuh, "katanya.

Akhirnya, sang semut mula mencari makanan untuk persiapan apabila nanti musim tengkujuh melanda. Hari demi hari sang semut terus mengumpulkan makanan sementara sahabatnya sang belalang terus menerus menghabiskan masanya bersuka-ria.




Sang semut berkali-kali menasihatinya tapi hanya sia-sia kerana dia tetap tidak mempedulikannya.

Musim tengkujuh pun tiba sang semut tidak lagi keluar mencari makanan.


"Nasib baik aku dapat mengumpul banyak makanan," katanya.

Suatu hari di musim itu, ketika sang semut sedang berehat dia terdengar suara ketukan dari luar.

"TOK…TOK…TOK"

Sang semut menjenguk dari jendela dan dilihatnya sahabatnya, sang belalang yang basah kuyup dan sedang kedinginan menanti di luar pintu.

Sang semut pun membuka pintu lalu menanyakan keadaan si belalang.

Rupanya sang belalang sedang kelaparan kerana sudah berhari-hari tidak makan.

"Tolong aku wahai sahabat ku semut, berilah aku sedikit makanan jika tidak aku pasti akan mati."

Semenjak hari itu sang belalang telah banyak berubah. Dia sudah menjadi seekor belalang yang rajin berkerja.

Subscribe to receive free email updates: